
TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat, kasus Demam Berdarah Dengue (DPD) mengalami peningkatan pada awal tahun 2025.
“Tercatat Januari ada 20 kasus DBD yang menyerang warga setempat,” kata Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam.
Ia menyampaikan, bahwa ada terjadi peningkatan kasus dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2024, yaitu sebesar 60 persen.
“Pada Januari 2024 tercatat sebanyak 12 kasus, lalu Januari 2025 sebanyak 20 kasus DBD,” kata Rustam saat dihubungi, kemarin.
Ia mengungkapkan, total jumlah kasus DBD dari Januari hingga Februari 2025 tercatat sudah ada 23 kasus, dan kasus terbanyak di Kelurahan Pinang Kencana.
Rustam menjelaskan, meningkatnya kasus DBD di awal tahun ini disebabkan faktor cuaca. Sebab awal tahun ini memasuki musim penghujan dan banyaknya potensi genangan air.
Sehingga memunculkan tempat perindukan nyamuk yang baru dan tidak terantisipasi dengan baik. Selain itu dipengaruhi perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat serta menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Ia menyampaikan, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus DBD adalah dengan melakukan perilaku hidup sehat dan bersih.
Yakni, melalui program PSN dengan melakukan 3M yakni menutup, menguras, mendaur ulang atau menimbun barang yang beresiko menjadi tempat perindukan nyamuk.
“Jangan lupa sering-sering memeriksa seluruh tempat genangan air yang ada di rumah,” tuturnya.
Rustam menambahkan, pengendalian DBD merupakan kerja bersama bukan hanya tugas jajaran kesehatan. Karena lingkungan tempat tinggal seharusnya memberikan kenyamanan dan justru bukan tempat berkembangbiaknya penyakit terutama DBD.
“Apabila masyarakat membutuhkan Abate dapat menghubungi Puskesmas terdekat, dan disediakan secara gratis,” imbuhnya. (sah)