Site icon Harian Kepri

Gubernur Kepri Genjot Investasi di Natuna, Tiongkok dan Vietnam Siap Jalin Kerja Sama

Gubernur Ansar didampingi Bupati Natuna Chen Sui Lan berdiskusi dengan Dubes Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong-f/istimewa-diskominfokepri

JAKARTA (HAKA) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad, terus mendorong investasi dan kerja sama internasional demi memperkuat wilayah perbatasan Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta, akhir Maret 2205 kemarin, Ansar menggelar audiensi dengan Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, serta Dubes Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong.

Dalam pertemuan terpisah tersebut, Gubernur Ansar, yang didampingi oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan, menawarkan peluang investasi di sektor strategis, khususnya di Natuna.

Fokus utama pembicaraan adalah pengembangan sektor pariwisata, perikanan, dan kelautan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Selain itu, sektor pertanian juga menjadi bagian dari pembahasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami terus berupaya memperkuat sektor strategis di Natuna agar bisa berkontribusi maksimal bagi perekonomian daerah. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemerintah Tiongkok dan Vietnam, menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut,” ujar Gubernur Ansar.

Baik Dubes Wang Lutong maupun Dubes Ta Van Thong menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang lebih konkret.

Mereka menegaskan bahwa tahun 2025 akan menjadi momen penting dalam penguatan hubungan bilateral antara masing-masing negara dengan Indonesia, terutama dalam sektor ekonomi dan pembangunan wilayah perbatasan.

“Kemitraan strategis antara Vietnam dan Indonesia terus berkembang secara komprehensif di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pariwisata, dan budaya. Ini menjadi modal penting dalam mempererat hubungan di wilayah perbatasan seperti Natuna,” ujar Dubes Ta Van Thong.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari investasi dan kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya untuk memperkuat perekonomian Kepulauan Riau, tetapi juga sebagai bagian dari strategi besar Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kemajuan di wilayah perbatasan.(kar)

Exit mobile version