
TANJUNGPINANG (HAKA) – Harga santan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali mengalami kenaikan pada awal Ramadan 1446 Hijriah. Terbaru harga santan naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram (kg). Kenaikan tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu.
“Sudah seminggu naik jadi Rp 40 ribu per kilogram,” kata Bambang Triono, salah satu penjual santan di Jalan Kuantan kepada hariankepri.com, Jumat (7/3/2025).
Bambang menjelaskan, kenaikan harga santan tersebut sudah berlangsung sejak November lalu dan bertahap dari Rp 25 Ribu hingga saat ini menjadi Rp 40 Ribu per kg.
Menurutnya, kenaikan disebabkan kelapa banyak dijual ke luar negeri. Sehingga pembelian kelapa ini harus menyesuaikan dengan harga kelapa yang akan diekspor.
“Kita datangkan dari Natuna, karena ada persaingan harga untuk ekspor jadi menyesuaikan harga sana. Sekarang sampai tempat (Tanjungpinang) Rp 8.000 hingga 9.000 per butir, tergantung ongkosnya,” jelasnya.
Ia menyampaikan, setiap hari kiosnya membutuhkan 500 buah atau kurang lebih 100 Kg santan. Akhirnya, ia pun terpaksa menaikkan harga santan menjadi Rp 40 ribu per kg.
Kenaikan harga santan ini, sempat mendapat protes dari pembeli. Akan tetapi dirinya menjelaskan alasan kenapa harga naik, sehingga pembeli tetap menerimanya.
“Pembeli ada yang protes. Tapi kami tetap jelasin ke pembeli kenapa harga naik, tidak mungkin kita menjual merugi kan,” imbuhnya. (sah)
Jadi pedagang jangan sok tahu, mana ada kelapa yg dikirim keluar negeri, musim tanam dan pengelolaan kebun kelapa yg serampangan, dan banyak kelapa sudah dipanen waktu muda penyebabnya.. tolong wartawan cari sumber berita yg valid, wawancara dinas pertanian atau perkebunan, minta data luas pekebunan kelapa, bgmn produksi dan kebutuhan.