TANJUNGPINANG (HAKA) – Kota Tanjungpinang sudah lama dikenal, sebagai daerah yang menyimpan beragam destinasi wisata heritage.
Selain Pulau Penyengat yang namanya sudah termasyur sebagai destinasi wisata heritage, budaya Melayu di Provinsi Kepri.
Ada juga Senggarang, yang boleh disebut sebagai pusatnya wisata heritage budaya Tiongkok di Kota Tanjungpinang.
Selain masih kental dengan keberagaman budaya Tiongkok-nya. Di Senggarang juga banyak terdapat vihara-vihara, dengan arsitektur yang unik dan sudah berumur ratusan tahun.
Seperti, Komplek Vihara Dharma Sasana. Menurut Pengurus Komplek Vihara Dharma Sasana, A Hua, Komplek Vihara Dharma Sasana terdiri dari 4 bangunan yang terdiri dari bangunan Vihara Dharma Sasana yang dibangun tahun 1988.
Kemudian, Kemudian, 3 buah bangunan vihara lama, yakni Kelenteng Yuan Tiang Shang Di, Kelenteng Fu De Zheng Shen, dan Kelenteng Tian Hou Sheng Mu, yang dibangun pada abad ke-18.
Ia memperkirakan ketiga vihara yang dibangun sekitar abad ke-18 itu sudah berumur lebih dari 300 tahun dan merupakan vihara tertua di Kota Tanjungpinang.
Selama ini ujarnya, komplek vihara ini kerap dikunjungi oleh para turis dari Singapura dan Malaysia yang datang untuk berdoa sekaligus berwisata ke vihara tersebut.
“Biasanya Sabtu dan Minggu banyak yang datang dari Singapura dan Malaysia, dan (turis) yang menginap di Lagoi juga sering dibawa ke sini,” katanya.
Selain menawarkan keunikan arsitekturnya, suasana di komplek vihara ini yang terbilang nyaman, juga membuat banyak warga Kota Tanjungpinang menjadikan komplek ini sebagai tempat favorit untuk bersantai.